Merawat Kebhinekaan di Era Digital, Politisi Gerindra Ini Minta Masyarakat Bijak Gunakan Internet

oleh
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ardhya Pratiwi Setiowati, SE., M.Sc.

JAKARTA, REPORTER.ID – Kemajuan teknologi digital di dunia saat ini membawa berbagai dampak perubahan. Kondisi ini berlaku juga di Indonesia, terutama perubahan gaya hidup atau pola kehidupan masyarakat sekarang ini.

Pentingnya pemanfaatan teknologi digital ini disampaikan oleh Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ardhya Pratiwi Setiowati, SE., M.Sc, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Desa Sadananya, Ciamis, Jawa Barat, Kamis (22/9/2022).

Dalam acara sosialisasi yang dihadiri puluhan tokoh agama dan ratusan pemuda itu, Ardhya Pratiwi mengatakan, kemajuan teknologi digital membuat bermacam-macam informasi sangat mudah dan cepat sampai di tangan para pengguna telepon pintar hanya dalam hitungan detik. “Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan internet dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah menyebarkan pesan yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini, internet saat ini bagai pisau bermata dua, di satu sisi bisa mempererat rasa persatuan. Namun di sisi lain, internet bisa pula memecah belah masyarakat sebagai satu bangsa, terutama bagi generasi muda jika tidak bijak dalam penggunaannya.

“Maka dari itu, pentingnya merawat kebhinekaan di era digital demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, Indonesia merupakan negara majemuk dan beragam penduduk dari berbagai macam suku, etnis, budaya, bahkan agama yang berbeda-beda. Keanekaraman ini seringkali memicu konflik di masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, masih menurut Ardhya, masyarakat mesti bijak dalam menggunakan internet, dan jangan mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. “Hal ini mesti kita lakukan karena negara kita beragam suku, etnis, budaya dan agama yang rentan dengan konflik, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap merawat kebinekaan dan menjaga persatuan Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI,” ujar Ardhya.

Lebih jauh, Ardhya mengajak agar memanfaatkan teknologi digital ini untuk penguatan nilai-nilai dan pendidikan karakter di tengah-tengah perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat di lingkungan keluarga, masyarakat, agar generasi penerus ini berkarakter dan bampu menjaga keutuhan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai luhur dari Bangsa Indonesia.

“Kita mesti memanfaatkan teknologi digital ini untuk generasi yang berkarakter dan mampu menjaga kebhinekaan ini di lingkungan keluarga, masyarakat luas. Penanaman nilai-nilai karakter ini merupakan tanggung jawab kita semua,” katanya.

Selain itu, Ardhya juga menuturkan pentingnya mengamalkan Empat Pilar MPR RI disemua aspek kehidupan masyarakat sehari-hari agar kebhinekaan ini tidak bercerai berai. Dengan mengimplementasikan Empat Pilar ini di kehidupan sehari-hari, Indonesia pasti tidak bercerai berai dan tetap bersatu.

“Dengan mengikuti sosialisasi Empat Pilar kebangsaan ini, peserta dapat memahami, mampu menjelaskan dan menanamkam Empat Pilar Kebangsaan ini sejak dini, minimal di lingkungan terdekat dalam kehidupan sehari-hari guna menanamkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era pesatnya teknologi digital,” pungkasnya. ***