Habib Aboe Ajak Rakyat Simak Pidato Prabowo, Bawa Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -17 Dilihat
oleh
Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan, Aboebakar Alhabsyi.

JAKARTA, REPORTER.ID – Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengajak seluruh rakyat Indonesia menyambut momentum kemerdekaan dengan semangat dan optimisme. Ia juga meminta masyarakat menyimak baik-baik pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Menurut Habib Aboe, pidato Presiden bukan sekadar agenda seremonial. Ada pesan penting yang perlu dicermati masyarakat, terutama terkait kondisi Indonesia, arah kebijakan pemerintah dan rencana anggaran negara ke depan.

Hal itu disampaikan Habib Aboe melalui video yang dibagikan kepada wartawan menjelang pelaksanaan sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Pagi ini kita akan mengikuti Sidang Umum MPR. Dan kita akan mendengarkan pidato tentang Rencana Anggaran ke Depan, RAPBN, pidato Presiden membicarakan situasi Indonesia ke depan,” ujar Habib Aboe.

Jangan Cuma Seremonial

Habib Aboe menilai momentum Sidang Tahunan MPR harus dimanfaatkan untuk melihat arah perjalanan bangsa.

Terlebih, dalam pidato kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan, pemerintah akan menjelaskan berbagai kebijakan serta prioritas pembangunan yang akan menjadi pijakan ke depan.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana pemerintah membaca situasi nasional dan tantangan yang dihadapi Indonesia.

RAPBN juga menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan bagaimana negara mengelola keuangan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Mulai pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi masyarakat hingga perlindungan sosial membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dan tepat sasaran.

Karena itu, Habib Aboe meminta masyarakat tidak hanya mengikuti acara kenegaraan dari sisi seremoni.

Substansi pidato Presiden, kata dia, juga harus menjadi perhatian.

Merdeka Jiwa, Rasa dan Raga

Di tengah suasana menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Habib Aboe mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali semangat kemerdekaan.

Ia mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas.

“Oleh karena itu, kita semangat 17 Agustus Kemerdekaan, merdeka jiwa, rasa, dan raga,” katanya.

Bagi Habib Aboe, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, persatuan dan kontribusi bagi bangsa.

Kemerdekaan bukanlah garis akhir perjuangan. Justru menjadi tanggung jawab bersama untuk membawa Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Harap Pidato Prabowo Bawa Optimisme

Habib Aboe juga menyampaikan harapannya terhadap pidato Presiden Prabowo.

Ia berharap pidato mengenai Nota Keuangan dan RAPBN memberikan optimisme mengenai masa depan Indonesia, terutama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Kita akan mendengarkan pidato Nota Keuangan Presiden. Dan kita berharap pidatonya akan berisi optimisme ke depan untuk Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Habib Aboe, mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah dan DPR memiliki tanggung jawab dalam merumuskan kebijakan. Namun, masyarakat, dunia usaha, akademisi, generasi muda dan berbagai elemen lainnya juga memiliki peran penting.

Apalagi, tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks.

Perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, kebutuhan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara bersama-sama.

RAPBN Harus Berpihak kepada Rakyat

Habib Aboe mengingatkan, RAPBN jangan hanya bagus di atas kertas.

Anggaran negara harus mampu diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata kepada rakyat.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan anggaran pada akhirnya harus bisa dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, kesempatan kerja yang semakin luas serta penguatan ekonomi rakyat merupakan bagian dari manfaat yang diharapkan dari pengelolaan APBN.

Karena itu, masyarakat juga memiliki kepentingan untuk mengetahui prioritas pemerintah dalam RAPBN.

“Pagi ini kita dengan semangat, dengan gairah kemerdekaan, kita akan berkumpul bersama mendengarkan pidato, dan kita simak baik-baik,” tutur Habib Aboe.

Generasi Muda Jadi Penentu

Habib Aboe juga menaruh perhatian pada generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju 2045.

Menurutnya, bonus demografi harus dipersiapkan dengan pendidikan, kreativitas, inovasi dan integritas.

Generasi muda tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama.

Karena itu, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“Salam sehat, salam bahagia, bugar sepanjang usia,” kata Habib Aboe menutup pesannya.

Tutup dengan Pantun

Tak hanya menyampaikan pesan serius, Habib Aboe juga menutup pernyataannya dengan sejumlah pantun.

Sinar mentari menghias awan,
Burung merpati terbang berdua.
Presiden akan berikan pidato kenegaraan,
Mari simak laporan capaian kinerja.

Pantun berikutnya:

Burung merpati terbang berdua,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Semoga kinerja hijau semua,
Membuat rakyat senang di hati.

Dan pantun terakhir:

Pergi ke pasar membeli batik,
Warnanya indah buatan kriya.
Mari simak pidato dengan baik,
Demi kemajuan Indonesia Raya.

Pesan Habib Aboe bermuara pada satu hal: kemerdekaan harus menjadi energi untuk menatap masa depan.

Pidato Presiden dan RAPBN menjadi momentum bagi publik untuk melihat ke mana pemerintah membawa Indonesia, sementara semangat kemerdekaan menjadi modal untuk mengawal perjalanan tersebut.

Indonesia Emas 2045 pada akhirnya bukan sekadar target politik. Cita-cita itu membutuhkan kebijakan yang tepat, anggaran yang efektif dan kerja bersama agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat. ***