JAKARTA, REPORTER.ID- Museum Bahari Jakarta selama ini telah melaksanakan misinya sebagai tempat edukasi dan entertainment bagi masyarakat. Bahkan dengan ruang dan bangunan bersejarahnya dapat berperan memajukan industri MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exibition) khususnya bidang kebaharian.
Demikian ditandaskan Yiyok Trio Herlambang, Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI, Paramita Jaya, Jumat (8/7/2022).
Yiyok Trio Herlambang mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardana dan pejabat Ditjen Kebudayaan Yudi Wahyudin meresmikan Ruang Pamer Titik Nol Meridian Batavia di Museum Bahari Jl Pasar Ikan, Jakarta Utara, Kamis (7/7) petang.
Acara di halaman Menara Syahbandar tahun 1839 itu dalam memperingati HUT ke 45 Museum Bahari.
Hadir pula pejabat TNI AL, Dubes Spanyol, arkeolog Sonni Husnison Nizar, dan komunitas pecinta museum.
Selanjutnya Yiyok mengatakan Museum Bahari yang membuka ruang pamer baru tersebut telah memberikan pula informasi baru kesejarahan berikut bukti bukti benda cagar budayanya.

Dengan mengundang masyarakat untuk berpartisipasi maka museum bahari telah memberikan ruang bagi masyarakat berkreasi.
“Museum dan masyarakat bisa melakukan kolaborasi kegiatan dengan pemanfaatan museum secara maksimak untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Yiyok yang juga pimpinan Museum Bank Indonesia itu.
Dalam penjelasannya kepada hadirin Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Ja akarta Mis Ari mengatakan pihakny mengundang Boy Sadikin sehubungan berkat Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikinlah Museum Bahari ini diresmikan 45 tahun silam.
“Tanggalnya pun cantik yaitu tanggal 7 bulan 7 tahun 77,” kata Mis Ari yang lebih dikenal sebagai guru batik di Museum Tekstil lebih 3 tahun sebelum ini.
Berkaitan dengan HUT ke 45 museumnya selain Menara Syahbandar diperbaiki dan lingkungannya dipercantik, juga ada hal yang baru hasil riset Mr Arnold selama 10 tahun.
“Hasil riset itulah kita siarkan kepada masyarakat,” kata Mis Ari menjelaskan dibukanya ruang pamer baru.
Ruang tersebut diberi nama Ruang Pamer Titik Nol Meridian Batavia.
“Jadi ini untuk meluruskan sejarah. Di sini ini adalah Titik Nol Meridian Batavia. Bukan titik nol kilometer Batavia,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Mis Ari memberikan penghargaan kepada 20 -an lembaga dan komunitas yang selama ini mendukung kegiatan Museum Kebaharian.
Mantan Kepala UP Museum Kebaharian 2019-2022 Berkah Shadaya yang kini telah menjabat Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur juga tampak sibuk dilibatkan dalam acara budaya tersebut.
Masyarakat Kampung Aquarium juga tampil dengan tari tarian Betawi pesisir hasil dedikasi pelatih dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. (PRI).





