Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi (net)
Oleh : Ambassador Freddy Numberi
Laksamana Madya TNI (Purn)
Bung Karno (sang Proklamator Indonesia), berpesan kepada anaknya, Megawati Soekarno Putri (Presiden RI ke-4) : “Perjuanganku lebih mudah, karena mengusir penjajah Belanda dari muka bumi Indonesia, namun perjuanganmu akan lebih sulit, karena melawan bangsamu sendiri” (Zulfa Simatur, Jakarta, 2013:hal.143)
1. Pendahuluan
Kata-kata Bung Karno ternyata benar. Faktanya dewasa ini terjadi konflik internal antara Kabupaten Maluku Utara dan Kabupaten Kepulauan Raja Ampat memperebutkan 2 (dua) pulau, yakni Pulau Ai dan Pulau Sayang. Dinamika Sejarah Papua dari aspek geo-politik dan geo-strategi di masa lalu memiliki kompleksitas tersendiri dewasa ini. Hindia Belanda (Nederlands-Indie) yang kemudian dimerdekakan sebagai Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Fakta Sejarah
Belanda meninggalkan Indonesia, Irian Barat (Nieuw-Guinea/ Tanah Papua) masih status quo (sesuai perjanjian Konferensi Meja Bundar/KMB) dan akan menyerahkannya setelah 1(satu) tahun kemudian, yaitu pada tahun 1950 (Freddy Numberi, Papua Kerikil Dalam Sepatu, Jakarta, 2022 : hal. 131).
Kemudian pada 27 Desember 1949, secara De Facto, Belanda mengakui Kedaulatan Indonesia. Baru secara De Jure, pada 14 Juni 2023, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mewakili Pemerintah Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Setelah merdeka 80 tahun, ternyata gonjang-ganjing masalah pulau-pulau antara Kabupaten Maluku Utara dan Kabupaten Kepulauan Raja Ampat terus meruncing. Hasil survey ke lapangan pihak Militer Belanda dalam Verslag Van De Militaire Exploratie van Nederlandsch-Nieuw-Guinee tahun 1907-1915, halaman 413, Kabupaten Kepuluan Raja Ampat terpisah dari Kabupaten Maluku Utara (sekarang).
Juga pada Laporan Justin Modena dan Arnoldus Johanes van Delden, dalam ekspedisi pada tahun 1828 (Freddy Numberi, Papua Kerikil Dalam Sepatu, Jakarta, 2022 : hal. 34) ternyata gambar utuh Papua terpisah dari Maluku di dalam peta tersebut. Dari fakta-fakta yang ada di Laporan tersebut. Di samping peta yang langsung ada dalam laporan tersebut (9 Peta, 10 Gambar dan 166 foto).
Ada juga 5 (lima) lampiran peta yang melengkapi laporan tersebut. Ternyata Nieuw-Guinea terpisah dari Maluku Utara, termasuk 2 (dua) pulau itu, yaitu Pulau Ai dan Pulau Sayang termasuk dalam jajaran Kabupaten Kepulauan Raja Ampat (sekarang).
3. Penutup
Kalau dilihat di peta yang keluaran Belanda tersebut pada tahun 1915, sebelum RI Merdeka 17 Agustus 1945), Pulau Gebe di Kabupaten Maluku Utara dan Pulau Gag di Kabupaten Kepulauan Raja Ampat berjarak kurang lebih 10 mil laut.
Dibandingkan dengan pulau-pulau yang disengketakan, dalam hal ini Pulau Ai dan Pulau Sayang berjarak lebih jauh dari Kabupaten Maluku Utara. Kesimpulannya, kedua pulau tersebut masuk dalam jajaran wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat dengan bersumber pada Verslag van de Militaire Exploratie van Nederlandsch-Nieuw-Guinee, 1907-1915.
Sejarah masa lalu Papua, perlu diungkap dengan benar dan bijak (Truth and Wise). Dengan menghayati apa yang dikatakan Abraham Lincoln (1809-1815), Presiden Amerika Serikat (AS) ke-16 sebagai berikut: “Anda dapat membodohi semua orang beberapa saat, Anda bisa menipu sebagian orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak bisa membodohi semua orang sepanjang waktu.” (Clinton Illinois, 1858). (Penulis adalah mantan Dubes Italia merangkap Malta dan Albania, mantan Menhub, mantan Menpan-RB, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, mantan Gubernur Irian Jaya).
Jakarta, 29 September 2025





