Longsor dan Banjir di Ciracas dan Ciganjur Mulai Ditangani, Perlu Pengawasan di Lapangan

oleh
oleh
Longsor di RT 04/02 Ciganjur (ANTARA)

JAKARTA, REPORTER.ID – Banjir dan longsor yang menimpa ratusan warga kelurahan Ciracas, Jakarta Timur dan kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan Sabtu (10/10/2020) malam, mulai Minggu dinihari telah mendapat penanganan pihak Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, terutama kepada para korbannya. Sedangkan langkah berikutnya penanggulangan secara fisik terhadap tembok yang ambruk serta longsoran turap maupun tebing Senin (12/10/2020) mulai dikerjakan.

Tembok Khong Guan yang ambruk.

“Setelah kedatangan Pak Walikota Anwar, maka Pak Lurah Ciracas Rikia Marwan bersama Pak Camat Mamad dan Pak RW 08 mendatangi pihak Khong Guan untuk membentuk tim guna tindak lanjutnya. Kini lokasi banjir telah dibersihkan. Bantuan nasi box juga telah dibagikan,” ungkap Tisno, Kepala Seksi Kesra Kelurahan Ciracas, Selasa (13/10/2020).

Seperti dirilis Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Minggu (11/10) Walikota Anwar bersama Asisten Ekbang Jakarta Timur Kusmanto mengunjungi lokasi banjir di 8 RW dan 23 RT dan memberi bantuan dan pengarahan Taman Lansia Kelurahan Ciracas.

Walikota dan Kasudin Sosial Jakarta Timur bantu korban banjir Ciracas

Diharapkan pemilik tembok roboh yang menyebabkan banjir di RW 08 bertanggungjawab membantu warga. Diperintahkan pula membangun 3 sumur resapan di RW 08 Ciracas tersebut agar tidak banjir.

Mengenai tanah longsor dan bannjr di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Camat setempat Alamsah Selasa (13/10) juga mengungkapkan pembersihan lumpur dan longsoran tanah serta tembok di RT 04/02 Ciganjur sejak Senin (12/10) dilakukan Satpel SDA Kecamatan dengan ekskavator untuk  mengembalikan kondisi 300 rumah tadinya terendam banjir antara 70 sampai 150 cm.

Sebuah gardu listrik gantung tampak telah bergeser dari tempat semula. “Sekarang sedang terus dikerjakan. Warga yang mengungsi juga telah kembali ke rumahnya masing-masing. Tinggal 3 sampai 5 keluarga lagi,” kata Alamsah yang pernah menjabat Camat Cakung di Jakarta Timur itu. “Listrik yang tadinya mati kini telah menyala,” tambahnya.

Longsor di perumahan Melati Regency Ciganjur itu telah menyebabkan seorang ibu hamil bernama Widiar Nohara (40), meninggal dunia serta dua orang wanita luka parah dan dirawat di RS dr. Sibroh Malisi.

Anggota DPRD DKI Jakarta H Nasrullah mengatakan pihaknya tetap memantau perkembangan kejadian tersebut.
“Pemerintah (DKI) harus segera melakukan program normalisasi dan naturalisasi aliran sungai di Jakarta. Banyak bangunan liar yang berdiri di sepanjang aliran sungai harus segera dibongkar. Penegakan hukum harus dijalankan,” tandas Nasrullah kemarin. Untuk menampung warga yang terkena normalisasi sungai Pemerintah DKI perlu membangun rumah susun lagi.

Untuk masalah pengawasan pembangunan, anggota Fraksi Keadilan Sejahtera itu menunjuk Komisi D seharusnya yang ditanya. Namun Nasrullah mengingatkan Pemerintah (DKI) akan mendapatkan dana pinjaman Rp 12,5 triliun dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang di antaranya untuk penanganan banjir akibat resesi ekonomi karena pandemi covid 19.

Mengenai banjir dan tembok Khong Guan di RW 08 serta tanggul pabrik Rheumason yang ambrol sudah mendapat perhatian Walikota Jakarta Timur M Anwar yang datang ke lokasi sambil memberikan bantuan dan pengarahan perlunya dibangun beberapa sumur resapan.

Camat Ciracas Mamad bersama Lurah Ciracas Rikia Marwan usai pertemuan dengan Walikota Jakarta Timur segera mendatangi kantor Khong Guan untuk membentuk tim pembangunan yang diperintahkan Walikota.
Adapun bantuan yang diberikan oleh Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Timur terdiri dari makanan siap saji 500 box, selimut 20 lembar, tikar dan matras masing-masing 10 buah.(pri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *