Jauh dari Standar WHO, Bambang Haryo Gerindra Dorong Pemerintah Perbanyak Beasiswa Pendidikan Kedokteran

  • Bagikan

JAKARTA, REPORTER.ID – Kondisi tenaga medis saat ini khususnya dokter sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya infrastruktur rumah sakit dan fasilitas saja yang dibutuhkan, tapi yang lebih penting lagi dan sangat dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM)-nya yaitu tenaga medis terutama adalah dokter.

“Sebab, tidak semua masyarakat yang sakit membutuhkan rumah sakit ataupun peralatannya, tapi mereka lebih membutuhkan konsultasi atau informasi dari dokter yang memeriksanya terlebih dahulu. Itulah pentingnya SDM,” kata Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono pada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Menurut anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini, dimana untuk kondisi saat jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang dibanding dengan jumlah penduduk yang ada. “Rasio dokter dan pasien di saat ini adalah 1 banding 5.200 jiwa. Padahal rasio ideal menurut standarisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 1 banding 1.000. Untuk daerah yang mendekati ideal adalah DKI Jakarta dimana jumlah satu dokter melayani 1.765 jiwa,” jelas BHS – sapaan akrab Bambang Haryo Soekartono ini.

Lebih lanjut, kata BHS, rasio dokter di Indonesia adalah yang terendah ke dua di Asia Tenggara bahkan masih di bawah Timor Leste. Ini satu tantangan bagi pemerintah untuk bisa segera memberikan jaminan kesehatan masyarakat sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 tentang kesehatan Pasal 28 H ayat 1, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Untuk itu, BHS berharap seluruh masyarakat khususnya generasi muda yang ingin mengabdikan diri sebagai dokter bisa mendapatkan bantuan, subsidi pendidikan kedokteran dari pemerintah. Sebab, untuk menempuh pendidikan kedokteran membutuhkan biaya yang sangat besar, mahal sekitar Rp1 miliar sehingga banyak generasi muda yang gagal menjadi dokter akibat beban biaya yang sangat mahal tersebut.

Bambang Haryo yang juga sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD Gerindra Jatim ini mengingatkan bahwa tugas pemerintah ke depan adalah mendorong percepatan pertumbuhan jumlah dokter dengan mensubsidi pendidikan kedokteran di agar rasio jumlah dokter dibanding penduduk bisa memenuhi persyaratan ideal sesuai dengan standar WHO. “Selamat Hari Dokter Nasional,” tutur Bambang Haryo.

Ia berterima kasih atas pengabdian para dokter yang telah diberikan walaupun dengan jumlah dokter yang sangat terbatas, tapi mereka sudah bekerja keras tanpa mengenal lelah menjaga Indonesia menjadi lebih sehat dan terawat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *