Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku UMKM Penjual Kue

oleh
oleh
Pengusaha kecil dari UMKM penjual kue. (Foto: Istimewa)

Oleh : Nabilah Putri Handayani*

Dosen Pengampu : Wirawan Suryanto S.E.,M.M

Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan yang dihadapi banyak UMKM, termasuk usaha penjual kue. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk lebih cermat dalam merencanakan dan mengendalikan penggunaan bahan baku agar biaya produksi tetap terkendali.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Esti Wahyuningsih, pemilik UMKM penjual kue, perencanaan bahan baku dilakukan dengan menyesuaikan jumlah pesanan yang diterima. Ibu Esri menjelaskan, “Sebelum membeli bahan baku, saya biasanya lihat jumlah pesanan yang masuk. Kalau ada pesanan dalam jumlah banyak, kebutuhan bahan baku juga meningkat.”

Sebelum melakukan pembelian, Ibu Esti terlebih dahulu memeriksa stok yang masih tersedia. Bahan baku utama yang digunakan antara lain kelapa, tepung sagu, dan gula. Pembelian biasanya dilakukan beberapa jam sebelum produksi untuk menjaga kualitas bahan. Menurutnya, “Pembelian bahan baku biasanya saya lakukan beberapa jam sebelum pembuatan supaya bahan yang tidak bisa disimpan lama tetap segar.”

Dalam pengendalian bahan baku, Ibu Esti melakukan pencatatan dan pengecekan stok secara rutin untuk menghindari kekurangan maupun kelebihan bahan. Ia mengatakan, “Kalau berdasarkan resep misalnya 600 gram, pembeliannya tidak mungkin 600 gram, paling tidak 1 kilogram. Jadi masih ada kelebihan bahan baku yang akan digunakan untuk produksi berikutnya jika masih bisa disimpan.”

Selain itu, kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan yang cukup besar bagi usahanya. Ibu Esti mengungkapkan, “Sekarang harga bahan baku naik. Saya sudah menaikkan harga kue, tetapi kalau bahan baku terus naik saya juga tidak mungkin terus menaikkan harga karena pelanggan bisa berkurang.”

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan pengendalian bahan baku pada UMKM penjual kue dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan berdasarkan pesanan, memantau stok yang tersedia, serta melakukan pembelian secara efisien. Langkah tersebut membantu usaha tetap berjalan di tengah kenaikan harga bahan baku dan perubahan permintaan konsumen. ***

* Penulis adalah Mahasiswa/i Manajemen S1 – Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang

Referensi :
https://share.google/qjt20AXxXCkeP8L9OUMKM Kuliner Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku – RRI.co.id