Ganjar, Prabowo, dan Anies Dalam Debat Capres di KPU (net)
Isu menarik pagi ini, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai Anies Naswedan mendominasi debat pertama dengan retorika yang baik. Dia menilai Anies punya keleluasaan menyerang gagasan dua kandidat lain karena mengusung visi perubahan.
Caores nomor urut 2 Prabowo Subianto menembak balik Anies dalam debat tersebut. “Kalau demokrasi kita tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi Gubernur. Kalau Jokowi diktator, Anda tak mungkin jadi Gubernur,”tegasnya.
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo berharap sesi tanya jawab dalam episode empat debat capres berikutnya bisa diperbanyak. Ganjar menilai sesi tanya jawab dalam debat capres perdana, Selasa (12/12) malam masih kurang dari semestinya. Berikut isu selengkapnya.
1. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai Anies Naswedan mendominasi debat pertama dengan retorika yang baik. Dia menilai Anies punya keleluasaan menyerang gagasan dua kandidat lain karena mengusung visi “perubahan”. Ia menilai tiga kandidat punya kesiapan yang sama menghadapi tema debat kali ini. “Di segmen 1, 2, 3, Prabowo dan Anies imbang, Ganjar keteteran. Sisanya, Anies unggul ketimbang dua lainnya,” kata Agung, Selasa (12/12).
Menurut dia, Anies diuntungkan dengan ketidaksiapan Prabowo pada sesi tanya jawab. Anies juga diuntungkan dengan pertanyaan-pertanyaan Ganjar yang justru memberi panggung untuk dirinya. Agung melihat Prabowo banyak membuang peluang. Prabowo sering tidak memanfaatkan waktu yang masih tersisa untuk menjawab atau bertanya.
Agung melihat sebenarnya Prabowo dan Anies imbang selama tiga sesi pertama. Namun, Prabowo tak mampu memaksimalkan tiga sesi berikutnya. “Segmen empat sampai enam, Prabowo kedodoran di tanya jawab,” ujarnya. Agung mengatakan Ganjar terlalu banyak memberi “umpan matang” ke Anies. Pertanyaan-pertanyaan Ganjar justri menjadi ruang Anies untuk mencuri poin.
Satu-satunya panggung Ganjar adalah saat menyerang Prabowo dengan isu HAM. Namun, Prabowo mampu bertahan dengan apik. “Pointers dari Ganjar ini yang paling mencolok soal HAM. Dia bertanya apakah Pak Prabowo menghadirkan pengadilan HAM, tetapi itu dibantah Prabowo dengan menyebut tendensius dan isu lima tahunan. Ganjar jadi tidak mendapat poin penuh,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu menyayangkan sikap Prabowo Subianto yang tidak menjawab pertanyaan mengenai putusan Mahmakah Konstitusi (MK) yang berujung pada putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Pertanyaan mengenai MKMK itu dilontarkan Ganjar Pranowo dalam debat capres perdana yang digelar di gedung KPU, Selasa (12/12). Menurut Erasmus, persoalan yang menimbulkan pembentukan MKMK merupakan jantung perdebatan. “Khusus untuk pertanyaan Pak Ganjar, persoalan MKMK bagaimana? Inilah sebetulnya jantung pertanyaan dalam perdebatan ini yang sayangnya enggak dijawab (oleh Prabowo),” kata Erasmus, tadi malam.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menyoroti penampilan Anies yang fokus mencitrakan diri sebagai seorang intelektual, hal itu tercermin dari berbagai paparan data.
Selain itu, Anies sering melabeli jawaban pesaing-pesaingnya dengan “kurang komprehensif” ataupun menanyakan data. “Anies kan berupaya menunjukkan intelektual. Dia punya riset saintis untuk menjawab pertanyaan. Dia ingin membangun persepsi dia punya data,” ucapnya.
Ia menganggap Prabowo kali ini tidak punya kemampuan retorika sebaik Anies ataupun Ganjar. Meski begitu, Arifki menilai Prabowo cerdik dalam mengambil hati publik. Ia menyoroti gimik Prabowo seperti “sorry ye” ataupun “Mas Anies, Mas Anies” saat menjawab serangan dua kandidat lainnya. “Prabowo juga membaca sekarang era media sosial. Makanya jawaban yang dipilih Prabowo simpel dan gampang dipahami publik. Besok seminggu ke depan mungkin akan viral di Tiktok karena caranya lucu,” ujar Arifki.
Arifki menilai Ganjar kehilangan panggung karena debat panas Prabowo dengan Anies. Selain itu, Ganjar tak mampu menawarkan visi jelas. Di saat yang sama, Prabowo tegas memperjuangkan keberlanjutan dan Anies menyerukan perubahan. “Ganjar juga tidak jelas daya tawarnya atau mungkin ada segmen pemilih Ganjar yang berpotensi lari ke Prabowo,” kata Arifki.
2. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berdebat sengit dengan capres nomor urut 1, Anies Baswedan soal demokrasi dalam debat perdana capres di KPU, Selasa (12/12) malam. Dengan suara lantang Prabowo menembak balik Anies dalam debat tersebut. “Kalau demokrasi kita tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi Gubernur. Kalau Jokowi diktator, Anda tak mungkin jadi Gubernur,”tegasnya. ‘’Mas Anies mengeluh tentang demokrasi ini dan itu, Mas Anies dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya yang mengusung bapak,” tegas Prabowo.
Prabowo menilai pernyataan Anies tentang demokrasi yang buruk terlalu berlebihan. Prabowo kemudian menyinggung Anies terpilih menjadi gubernur DKI karena diusung oleh partai politik yang menjadi oposisi saat itu. Prabowo menilai Anies tidak akan menjadi gubernur jika demokrasi tidak berjalan. Prabowo juga menyinggung bahwa Anies tak akan menjadi gubernur jika Presiden Jokowi seorang diktator.
3. Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto curhat diserang isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) setiap lima tahun sekali. Pernyataan itu menjawab pertanyaan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dalam debat pertama capres Pilpres 2024 di KPU. Ia mengaku sudah menjawab isu itu berkali-kali, tetapi tetap saja diserang dengan isu-isu tersebut. “Setiap lima tahun, kalau polling saya naik, ditanya lagi soal itu. Bapak tahu data enggak?” kata Prabowo dalam debat pertama capres Pilpres 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12).
Prabowo menyampaikan pelanggaran-pelanggaran HAM yang disampaikan Ganjar terjadi beberapa tahun lalu. Menurutnya, kasus-kasus itu ditangani Mahfud MD, cawapres Ganjar, yang juga menjabat Menko Polhukam. “Masalah ini ditangani oleh wapres Anda, ya. Apalagi mau ditanya kepada saya?” ucap Prabowo ke Ganjar.
Ganjar pun membalas jawaban Prabowo dengan sindiran. Ia menyebut Prabowo tidak tegas menjawab soal isu HAM yang ditanyakan. “Pak Prabowo ini tegas luar biasa, luar biasa, tetapi sayang di dua jawaban ini tidak tegas,” ucapnya.
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyatakan orang-orang yang diisukan menjadi korban penculikan oleh dirinya saat ini justru membelanya. “Orang-orang yang dulu ditahan, tapol, yang katanya saya culik, sekarang ada di pihak saya membela saya. Jadi masalah HAM, jangan dipolitisasi Mas Ganjar,” kata Prabowo menjawab pertanyaan Ganjar Pranowo dalam debat capres di KPU, tadi malam.
Prabowo mengatakan isu HAM selalu ditanyakan kepada dirinya tiap dia maju di kontestasi politik nasional. Ia pun meminta Ganjar untuk meminta data terkait orang hilang di DKI Jakarta kepada Kapolda. “Come on, Mas Ganjar. Jadi saya tadi katakan, saya merasa bahwa saya yang sangat keras membela HAM,” ujarnya.
Dalam debat capres perdana tersebut, Ganjar Pranowo mengatakan DPR mengeluarkan empat rekomendasi kepada presiden pada 2009 silam terkait pelanggaran HAM berat. Empat rekomendasi itu, yakni membentuk pengadilan HAM Ad Hoc, menemukan 13 korban penghilangan paksa, memberikan kompensasi dan pemulihan, serta meratifikasi komvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan.
Ganjar menantang Prabowo untuk membantu menemukan kuburan orang-orang yang hilang tersebut. “Kalau Bapak ada di situ, apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR?” tanya Ganjar kepada Prabowo sebelumnya. “Pertanyaan kedua, di luar sana menunggu banyak ibu-ibu, apakah Bapak bisa membantu menemukan di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah?” lanjutnya.
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengklaim Prabowo Subianto unggul dalam debat pertama capres yang digelar di kantor KPU, Selasa (12/12) malam. Nusron menilai penampilan Prabowo sangat prima. Prabowo menurut dia juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat, lugas, taktis, dan tidak memojokkan. “Bahasa yang disampaikan gampang dipahami oleh rakyat, lugas, menjawab pertanyaan dengan taktis, dengan senyum, tidak memojokkan, tidak membantai orang. Pada malam debat ini kami berani mengklaim Pak Prabowo memenangkan perdebatan pada babak pertama,” ujar Nusron.
4. Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung fenomena orang dalam alias ordal saat menanggapi jawaban Prabowo Subianto. Ia menanyakan perasaan Prabowo soal masalah etika dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan kandidat capres-cawapres di bawah usia 40 tahun. Anies mengatakan fenomena ordal itu menyebalkan karena dihadapi seluruh masyarakat di Indonesia. “Fenomena ordal ini menyebalkan. di seluruh Indonesia kita menghadapi fenomena ordal,” ujar Anies dalam debat capres di Kantor KPU RI, Selasa (12/12).
“Mau ikut kesebelasan ada ordal, mau masuk jadi guru ordal, mau daftar sekolah ada ordal, mau tiket konser ada ordal. Ada ordal di mana-mana yang membuat meritokratik tidak berjalan dan etika luntur,” lanjutnya. Anies kemudian menyinggung bahwa fenomena ordal tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga di puncak pemerintahan. Hal itu kemudian menjadi keresahan yang harus diperhatikan.
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, mengaku puas dengan debat perdana capres di Kantor KPU, Selasa (12/12). Menurutnya, acara debat bisa memberikan ruang bagi masyarakat untuk membandingkan prinsip hingga visi dan misi setiap capres. Anies juga berpendapat debat capres perdana bisa membuat publik membedakan mana calon pemimpin yang sungguh-sungguh ingin mengembalikan Indonesia menjadi negara taat hukum atau negara kekuasaan.
“Ini kesempatan untuk membandingkan. mana yang benar benar serius untuk mengembalikan negeri ini sebagai negeri hukum, bukan negara kekuasaan,” kata Anies. Anies juga menilai debat capres dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pemimpin yang beretika. Menurut Anies, Indonesia memerlukan pemimpin yang menjunjung tinggi etika. Dengan begitu, kata Anies, Indonesia tidak akan mengalami kerusakan. “Saya garis bawahi tanpa etika dijunjung tinggi, maka makin jajaran ke bawah, maka makin terjadi kerusakan, jika dari puncak kompromi soal etika,” tutur dia.
Anies Baswedan berharap nantinya tidak lagi ada situasi takut kepada pemerintah dengan menyebut ‘Wakanda No More Indonesia Forever’. “Bicara masa depan, kita jamin kebebasan pendapat dijamin, kita tidak mengizinkan lagi di mana situasi orang takut. Saya sampaikan Wakanda no more, Indonesia forever,” katanya dalam penutupan debat capres. Anies juga menginginkan kalau praktik korupsi diberantas hingga tuntas dan pemerintah memberikan pelayanan yang terbaik serta menjunjung tinggi etika hukum.
“Kita ingin mengembalikan tetap menjadi negara hukum di mana kekuasaan dikendalikan. Dan saya ingin sampaikan bahwa etika dijunjung tinggi. Ketika terjadi pelanggaran etika, jangan bersembunyi di balik keputusan hukum,” ujar Anies. Ia juga menyoroti fenomena orang dalam alias ordal yang dinilai dapat merusak sendi-sendi kehidupan bernegara. Hal itu harus dicontohkan mulai dari level presiden.
5. Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo berharap sesi tanya jawab dalam episode empat debat capres berikutnya bisa diperbanyak. Ganjar menilai sesi tanya jawab dalam debat capres perdana, Selasa (12/12) malam masih kurang dari semestinya. “Ya, tanya jawabnya lebih banyak,” ucap Ganjar ditemui usai acara.
Menurut dia, sesi tanya jawab harus diperbanyak agar kesan debat lebih menonjol. Sebab, dalam sesi tanya jawab, para kandidat capres maupun cawapres akan memberi jawaban spontan. Spontanitas tersebut menurut dia akan menunjukkan sikap dan karakter asli para kandidat. “Ruang tanya jawabnya yang lebih banyak sehingga kata debatnya akan lebih bisa menunjukkan apa yang menjadi pikiran, refleksi dan jawaban spontan karena itu menunjukkan sikap,” ucap Ganjar.
Ganjar menyebut bahwa debat bukan persoalan puas atau ketidakpuasan diri. Dia menilai debat perlu untuk melihat dan mengetahui gagasan yang dibawa seorang kandidat capres dan cawapres dan masyarakat bisa mengetahuinya. “Oh buat saya cukup, tinggal publik nanti melihat karena yg akan menilai publik,” kata dia.
Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah tidak boleh baperan atau membawa perasaan dalam melayani masyarakat. Baginya kontrol dari publik suatu keharusan dan tidak boleh direpresi. “Kedua dari sisi aparat harus ada kontrol publik. Saya bikin lapor gubernur, agar pemerintah enggak boleh baperan. Terima masukan dan kritikan. Ini akan diangkat jadi goverment super app, sehingga pelayanan bisa lebih baik. Kelompok ini harus mendapat afirmasi,” ujarnya.
Ganjar mengatakan, program yang ia tawarkan jika nantinya menjadi presiden adalah mengajak masyarakat berpartisipasi. Pemerintah tidak akan jalan sendiri tanpa kawalan publik. “Kebetulan saya punya pengalaman 10 tahun tangani ini [penanganan layanan publik] ajak mereka partisipasi sejak awal. Hadirkan musrenbang kelompok rentan termasuk orang tua agar pengambil keputusan yang peduli dengan apa yang dirasakan,” laya dia.
6. Calon presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo memberikan pernyataan pemungkas pada debat pertama capres Pilpres 2024 di halaman KPU, Selasa (12/12) malam. Ganjar menegaskan, dirinya tidak akan bersikap abu-abu. “Terima kasih, ini panggilan sejarah buat Ganjar-Mahfud. Ganjar anak polisi enggak berpangkat tinggi. Pak Mahfud bapaknya pegawai kecamatan. Kami ini orang kecil yang kalau rapat, bapaknya hanya di level kecamatan. Kami terbiasa dengarkan keluh kesah rakyat. Kita klasifikasi semua persoalan, afirmasi kelompok rentan perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak manula, mereka butuh perhatian lebih. Ini jangan tinggal mereka,’’ ujarnya.
Kedua bagaimana pemerintah bisa layani dengan beri teladan pemimpin yang anti korupsi. Beri layanan mudah, murah, cepat, sat set. Kalau bisa bahagia rakyat. Pemerintah ini ada yang ketika dikritik enggak baper [bawa perasaan]. Kritik itu vitamin, bukan merongrong, apalagi merasa terancam. ‘’Kalau demokratisasi ini terlaksana, enggak ada lagi cerita bu Sinta, mas Butet, Melki, karena dewasa dalam demokrasi. Maka dalam penghormatan HAM, kita konsisten antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dan, saya berdiri dengan korban. Terima kasih. Mohon maaf kalau ada kata yang salah,’’ tuturnya.
7. Cawapres nomor urut 2, Mahfud MD merespon santai sentilan Prabowo itu. Dia tak menampik bahwa selama 29 tahun persoalan kasus HAM memang tak betul-betul diselesaikan, kecuali hanya saat dirinya menjabat sebagai Menko Polhukam. “Iya, justru tanggap saya sejak tahun 29 ndak ada yang ngerjakan, yang ngerjakan baru saya kan,” kata Mahfud.
Dia justru merasa puas apa yang dia kerjakan selama ini turut mendapat pujian dari PBB. Mahfud pun memastikan bahwa ia dan Ganjar memiliki komitmen terhadap penyelesaian kasus HAM di masa lalu. “Termasuk mendapat pujian dari PBB kan sesudah saya, PBB resmi loh memuji Indonesia dalam penyelesaian HAM tahap ini,” kata Mahfud.
8. Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan Ganjar unggul dalam debat pertama capres, Selasa (12/12) malam.
Seno turut menilai dua capres lainnya. Ia mengatakan bahwa capres Anies Baswedan adalah antitesis, sedangkan capres Prabowo gagal menunjukkan dirinya seperti Presiden Jokowi.
“Emosinya (Prabowo) keluar sering kali dalam perdebatan ini, sering kali terpancing dengan pertanyaan yang muncul. Sehingga kalau selama ini kita sering membaca Pak Prabowo ini sangat tenang, gemoy, ingin meniru Pak Jokowi, ternyata hari ini kurang berhasil menampilkan itu,” kata Seno saat memberikan keterangan di Media Center TPN, Jakarta, Selasa malam usai debat berlangsung. Aryo menilai performa Ganjar dalam debat pertama ini sangat terlihat Indonesia-sentris. “Pak Ganjar pada hari ini tampil dengan sangat baik menampilkan visi Indonesia-sentris dan punya komitmen yang tegas,” kata Seno.
9. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menilai, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto kesulitan menjawab ketika ditanya soal kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu dalam debat capres hari pertama, Selasa (12/12) malam. “Itu otomatis akan mendorong jawaban-jawaban yang sesuai dengan kehendak rakyat. Misalnya tadi Pak Prabowo, kan kesulitan ketika ditanya terkait persoalan penculikan. Padahal rakyat tahu bagaimana Beliau membentuk Tim Mawar saat itu, sehingga menampilkan sesuatu yang tidak berasal dari dirinya, maka kesulitan,” ujarnya.
10. Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka terlihat meminta para pendukungnya untuk memberikan tepuk tangan kepada Prabowo Subianto usai sang capres menjawab pertanyaan Anies Baswedan. Gibran tampak berdiri dari kursinya dan menggerakkan kedua tangannya untuk meminta pendukungnya lebih bersemangat lagi mendukung Prabowo.
Salah seorang tim dari paslon nomor urut 2 yang berada di belakang Gibran kemudian mencolek punggung putra sulung Presiden Jokowi itu. Momen itu terekam dalam gelaran debat perdana capres yang digelar di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12) malam. Awalnya, Anies bertanya ke Prabowo terkait putusan MK soal batas usia capres-cawapres. Anies menyinggung ada pelanggaran etika di sana, dan ia menginginkan jawaban sikap dari Prabowo.
Menanggapi pertanyaan itu Prabowo lantas menjawab, rakyat yang nanti akan memilih. Ia juga menegaskan pakar hukum yang mendampinginya menyebut tidak ada masalah atau pelanggaran hukum dari putusan MK itu. “Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah. Ya, saya laksanakan. Dan kita ini bukan anak kecil, Mas Anies. Anda juga paham,” kata Prabowo.
Ia menegaskan kepada Anies Baswedan bahwa dia tidak takut kehilangan jabatan. Pun menurutnya rakyat yang akan memilih mereka. “Saya tidak takut tidak punya jabatan, Mas Anies. Sorry ye. Sorry ye, Mas Anies, saya tidak punya apa-apa. Saya sudah siap mati untuk negara ini,” kata Prabowo. (HPS)





