SURABAYA, REPORTER.ID — Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi dukungan Polda Jawa Timur dalam operasi pencarian, pertolongan, dan identifikasi korban kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 pada September 2026. Dukungan tersebut dinilai penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan yang bergantung pada kapal itu sebagai penghubung transportasi dan aktivitas ekonomi dengan Surabaya.
Apresiasi itu disampaikan Habib Aboe saat melakukan kunjungan kerja bersama rombongan Komisi III DPR RI ke Polda Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
“Atas nama bubuhan Banjar, selaku wakil dari Kalimantan Selatan, saya menyampaikan terima kasih kepada Polda Jawa Timur atas dukungan dalam tanggap darurat dan operasi kemanusiaan pada kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 September 2026,” kata Aboe Bakar.
Menurut dia, KMP Virgo Transport 8 memiliki arti penting bagi warga Kalimantan Selatan karena menjadi salah satu penghubung jalur transportasi antara Surabaya dan Kalimantan Selatan.
“Kapal ini adalah jembatan antara Surabaya dan Kalsel. Ini adalah urat nadi ekonomi dan jalur transportasi yang sangat penting bagi warga Kalsel yang hendak ke Jawa ataupun sebaliknya,” ujar anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I tersebut.
Habib Aboe secara khusus menyoroti langkah Ditpolairud Polda Jatim yang menerjunkan armada kapal patroli untuk mendukung pencarian korban. Menurut dia, pengerahan armada tersebut membantu memperluas jangkauan operasi pencarian hingga perairan Sumenep dan Masalembu.
“Terima kasih atas kinerja Ditpolairud Polda Jatim yang langsung menerjunkan armada kapal patroli untuk memperluas radius pencarian korban hingga perairan Sumenep dan Masalembu. Ini merupakan bentuk respons kemanusiaan yang sangat berarti dalam situasi darurat,” ungkapnya.
Selain operasi pencarian dan pertolongan, Aboe mengapresiasi dukungan medis serta proses identifikasi korban yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.
“Terima kasih pula atas dukungan medis dan identifikasi dari Biddokkes Polda Jatim yang mendirikan Posko DVI dan Pos Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya secara real-time untuk membantu proses pencocokan sampel DNA bagi keluarga korban,” jelasnya.
Aboe menilai proses identifikasi merupakan bagian penting dari penanganan kecelakaan laut. Bagi keluarga korban, kepastian mengenai kondisi anggota keluarga yang menjadi korban menjadi kebutuhan mendesak setelah musibah.
“Dalam musibah seperti ini, kerja kemanusiaan tidak berhenti pada pencarian dan evakuasi. Proses identifikasi juga sangat penting agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tuturnya.
Dia menegaskan, seluruh jajaran Polda Jawa Timur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8 patut mendapatkan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, khususnya Ditpolairud dan Biddokkes, atas seluruh kerja, respons, dan dukungan kemanusiaan dalam penanganan musibah ini. Atas nama masyarakat Kalimantan Selatan dan bubuhan Banjar, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. ***





