Baby Boomer dan Generasi-X Bila Dinilai Negatif, akan Terpinggirkan Oleh Y dan Z Pada 2024, Sebuah Persepsi Intelijen

oleh
oleh
Ilustrasi.

Analisis

Pada saat ini bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dan dikuasai oleh generasi para Baby Boomer dan generasi X, sementara konglomerasi masih dikuasai oleh para Baby Boomer. Tetapi dalam komponen intelstrat politik dan ekonomi, cepat atau lambat tetapi pasti, kekuatan dan kemampuan generasi Y dan Z akan mampu memengaruhinya. Banyak dari mereka yang terdidik di negara Barat, terlebih jumlahnya melebihi dari setengah jumlah penduduk Indonesia. Dalam sistim demokrasi, jumlah besar berarti peluang keunggulan besar.

Kekuatan generasi Y akan diperkuat oleh generasi Z, dan diperkirakan pada 2024 akan mampu berkiprah untuk menguasai panggung politik. Mereka menguasai media sosial dan memiliki link ke dunia internasional yang kuat. Teknologi informasi jelas akan makin berkembang dan semakin canggih seiring dengan perubahan jaman. Kemampuan Y dan Z karena memiliki kecepatan di dunia Maya, akan menyulitkan generasi X dan Baby Boomer dalam mengontrol dan mengendalikannya. Kekuatan utamanya terletak pada penguasaan informasi, baik kecepatan maupun akurasi.

Sebagai contoh, pada saat ini stabilitas apapun di sebuah negara tidak terlepas dari perkembangan geopolitik dan geostrategi. Indonesia mau atau tidak mau harus bersikap yang jelas dan terukur di kawasan regional. Laut China Selatan kini menjadi wilayah konflik keras kepentingan antara Amerika dengan RRT. Bagaimana respons para pemegang amanah yang bertanggung jawab dengan diplomasi politik? Nampaknya sense of diplomacy membacanya kurang tajam. Salah satu signal yang muncul adalah peringatan Menlu AS, Pompeo yang mantan Direktur CIA beberaqpa waktu yang lalu.

Nah, dalam waktu yang relatif pendek menuju 2024, hanya sekitar 3,5 tahun, tugas terpenting bagi generasi Baby Boomers dan generasi X adalah mewariskan semangat bela negara dan cinta tanah air kepada generasi penerusnya, bukan mengutamakan ambisi, tetapi bagaimana menyelamatkan Indonesia. Tidak cukup hanya berupa ucapan saja (epok-epok lambe), tetapi dibutuhkan contoh yang konkrit, jujur dan transparan.

Bahaya utama adalah perebutan ruang hidup, dimana banyak negara lain mengincar untuk menguasai Indonesia. Kedepan, pengaruh globalisasi berupa budaya luar dengan gaya hidup yang bebas, individualis, hedonisme jelas akan bisa merusak tatanan budaya, norma serta nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Jelas ini tugas berat para tokoh Baby Boomer, serta generasi X yang masih eksis dalam memilah contoh apa yang baik bagi millenial itu, terlebih saat ini masih gentayanganya ancaman Covid.

Bagi Baby Boomer, yang pada 2024 nanti seharusnya sudah pensiun dan menjadi Old, walau ada juga yang bergelar Young Old, jelas tidak akan mampu ikut campur tangan, sudah tertinggal dalam dinamika teknologi. Jaman sudah berubah, serba digital, unggah-ungguh kemungkinan sudah masuk loak. Manusia sudah menyatu dengan internet, berfikir logik, realistis dan praktis. Baby Boomer diperkirakan sudah tidak berdaya, terpinggirkan tidak mampu berperan apa-apa, mungkin satu dua yang rekam jejaknya baik dan mempunyai kharisma.

Kesempatan generasi X bermain pada 2024 walaupun ada diperkirakan akan semakin menipis, mungkin tersisa beberapa tokoh saja yang mampu menyesuaikan. Perkembangan teknologi hitunganya bukan tahun tetapi bulan, dunia semakin tanpa batas. Integritas mereka dalam 3,5 tahun akan direkam dengan transparan oleh generasi Y dan Z. Aib yang terekam akan mudah ditebar di Medsos. Mr dan Mrs “X” dalam tiga tahun lagi akan gagap (gaptek) menghadapi cara berfikir dan pengambilan keputusan cerdas, hasil kolaborasi manusia dan mesin. Dinamika dan keputusan politik akan jauh berbeda dengan gaya politisi saat ini, semua berubah semakin cerdas, transparan dan semakin liberal.

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *