Baby Boomer dan Generasi-X Bila Dinilai Negatif, akan Terpinggirkan Oleh Y dan Z Pada 2024, Sebuah Persepsi Intelijen

oleh
oleh
Ilustrasi.

Kesimpulan dan Saran

Kira-kira demikian gambaran Indonesia pada tahun 2024. Kalau kita cerdas dan mencintai NKRI, jangan lagi saat ini hanya berfikir demi kepentingan kelompok atau pribadi. Siapkan dan arahkan rasa cinta bela negara kepada generasi penerus, agar mereka tidak tergelincir kearah yang salah. Khawatir para founding fathers bangsa ini nangis berguling-guling dari dunia lain melihat Indonesia bisa terbalik-balik, berubah namanya menjadi “IRKN Aisenodni”.

Penulis pesimis? Oh No, cuma khawatir saja kalau lihat kelakuan beberapa pemegang amanah, politisi, para konglo-konglo saat ini yang masih memikirkan diri sendiri, kelompok dan bisnisnya. Cinta negaranya bisa dinilai tipis, kongkalikong masih ada. Beberapa waktu lalu kita lihat para pejabat terhormat, bergelar macam-macam, sugih-sugih dimarahin Pak Presiden. Sudah ngasih contoh yang baik, mas, mbak, Den?

Sudah kerja keras melawan Covid dan mengatasi kesengsaraan rakyat kecil? Yakin? Kok malah ada yang eker-ekeran, bikin gerakan politik, bikin RUU yang tidak pas saat presiden sedang prihatin, pusing memikirkan covid dan beratnya tekanan ekonomi.

Intelijen selalu berfikir dengan worst condition, kondisi terburuk. Maksudnya bila kondisi buruk terjadi, tokoh-tokoh generasi X dan sebagian Baby Boomer yang mulai beranjak sepuh dan cinta negara itu tidak terkena unsur pendadakan. Percaya deh, kalau sekarang kelakuan tidak beres, para Boomers dan X-er akan dibikin tidak berfungsi, hanya menjadi penonton oleh Mas dan Mbak Y dan Z yang semakin matang dan lihai.

Kalau boleh menyarankan, pada 2024, Baby Boomers yang tersisa tidak usah bermimpi untuk berebut menjadi pemimpin nasional, jadul, istilah obat sudah expired, bisa-bisa jadi racun. Diperkirakan tokoh-tokoh generasi X yang kini exis, mungkin hanya beberapa saja yang integritasnya dinilai baik mampu berkiprah. Kepada para tokoh generasi X, perbaiki kelakuan, dan niat, era baru akan melakukan seleksi ketat kepantasan.

Sebagai penutup, ini berlaku dimanapun, “Bisnis intelijen adalah pekerjaan yang sulit, dan hanya akan berakhir menjadi sebuah prediksi”. Semoga bermanfaat, Salam Birdie, Pray Old Soldier.

* Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Wongsodidjojo Ramelan, Pengamat Intelijen, www.ramalanintelijen.net

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *