Menurut Lembaga Eijkman virus yang beredar di Indonesia ada tiga tipe, tetapi berbeda dengan tipe yang ada di negara-negara lainnya. Di sini, virus corona covid-19 sudah bermutasi, tetap menulari tetapi tidak seganas tipe yang di AS dan Brazil korban adalah kelompok rentan.
Apabila ditinjau dari perilaku, baik di AS, Brazil atau Indonesia ada kemiripannya. Ada kecenderungan sebagian masyarakat tiga negara ini yang sulit diatur, ingin bebas, tidak peduli, tidak disiplin dan tidak takut dengan covid. Karena di AS dan Brazil ras warganya kemungkinan besar target covid, mereka mudah tertular, korban yang meninggal banyak, berbeda dengan Indonesia yang rasnya berbeda.
Di Brazil, pasien meninggal karena virus corona sudah menembus angka 50 ribu orang. Di wilayah Rio de Jainero, hampir 9 ribu orang meninggal karena virus corona. Mengenaskan karena antaranya sekitar 181 perawat di Brasil meninggal, kasus kematian tenaga perawat tertinggi di dunia. Pada bulan Mei saja tercatat ada 12.000 perawat tertular. (Mengerikan, mayat sulit diangkut karena keterbatasan fasilitas).
Indonesia jelas beruntung walau sebagian warganya bandel, dan sebagian tidak faham, tetapi covid seperti di Wuhan, di sini nyaman dengan imunitas ras mongoloid Melayu. Lagipula upaya pemda dan informasi Gugus tugas, muncul rasa takut dari mereka yang rentan sehingga membatasi diri), penularan tidak seganas di AS atau Brasil. Disini korban meninggal rata2 37 jiwa/hari, bandingkan dengan AS dan Brasil, ratusan dan bahkan ribuan kematian perhari (menggiriskan). Selain itu pemerintah juga semakin aktif menekankan aturan dan protokol kesehatan.




