Sudahlah, segera akhiri saja ribut-ribut soal Pancasila ini. Kembalikan saja tafsir Pancasila itu seperti rumusan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang asli. Kembalikan tafsir tersebut kepada tafsiran dari para bapak pendiri negara ini, jangan mengarang sendiri. Habis waktu kita untuk meributkan Pancasila terus menerus sementara kehidupan kesejahteraan dan kemajuan bangsa kita terbengkalai akibat energi kita terkuras kepada masalah Pancasila yang sebenarnya sudah hidup dan dipraktekkan oleh warga bangsa kita pada umumnya.
Pancasila itu sudah sejak mula dihayati oleh rakyat kecil. Jadi jangan kuatir berlebihan. Yang mereka tunggu adalah implementasi nilai-nilai Pancasila oleh para pemimpin rakyat. Indikator terimplementasikannya Pancasila itu gampang dilihat. Kalau rakyat sudah bisa tidur nyenyak, makan nikmat, punya rumah sendiri meskipun sederhana, mampu beli pakaian sederhana, dan merasa aman bepergian kemanapun, bisa ketawa lepas (wong cilik iso ngguyu) dan bisa ber Ibadah dengan khusuk, itu artinya Pancasila sudah diterapkan. Karena itu siapapun yang memegang pemerintahan segera sajalah merealisasikan impian wong cilik tersebut dan akhiri perselisihan soal Pancasila. Capek kita melihatnya.
*Amir Santoso, Gurubesar FISIP UI: Rektor Universitas Jayabaya, Jakarta




