Gejolak Baru
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon mengungkapkan, rencana aneksasi Israel ini hasil koalisi dari pemerintahan Netanyahu dan Benjamin ‘Benny’ Gantz yang diputuskan beberapa waktu lalu. Mereka ingin lakukan aneksasi terhadap wilayah Palestina, yakni wilayah tepi barat Sungai Jordan atau Lembah Jordan, sehingga wilayah Palestina semakin mengecil. Tentunya ini akan menciptakan satu gejolak baru di kawasan tersebut.
Posisi Indonesia sejak dulu sudah klir. Pemerintah dan DPR –DPR dari masa kemasa, red– selalu mendukung upaya kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina. Itu ditunjukkan dalam diplomasi Indonesia bahwa Palestina harus menjadi bangsa yang merdeka dan diakui dunia. Ia berharap sikap pemerintah Indonesia soal itu akan disampaikan Kemenlu RI yang dalam hal ini berada di front terdepan dalam diplomasi Indonesia.
Disampaikan Fadli Zon, pada Januari lalu ada deal of century yang tanpa melibatkan perwakilan Palestina dan itu tentu merugikan Palestina karena dalam deal itu dikatakan bahwa Israel menjadi negara Yahudi, aneksasi pemukiman ilegal Israel di tepi barat, Yudea, Samaria, dan Yerussalem menjadi bagian dari Israel. Kemudian situs keagamaan di Yerusalem akan berada di bawah kendali Israel, ini sangat penting, karena di sini juga ada situs-situs yang tidak hanya merupakan situs dari Yahudi, tapi ada dari Islam dan juga dari Kristen.
Akibat aneksasi itu, para pengungsi Palestina tidak dapat kembali ke wilayah yang dianeksasi oleh Israel. Kemudian pembubaran UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees), ini adalah organisasi PBB yang selama ini membantu rakyat Palestina.
Perlu diketahui juga, kata Fadli Zon, bahwa Palestina sekarang ini masih berstatus sebagai peninjau di PBB dan belum menjadi anggota PBB karena belum diakui. Sikap Indonesia selalu mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat sesuai dengan konstitusi.
Beberapa waktu yang lalu DPR RI menyampaikan petisi tentang pernyataan bersama anggota parlemen berbagai negara menenteng aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina. Petisi tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari berbagai negara. Sudah belasan negara yang menandatangani parlemen dari berbagai negara, termasuk dari Amerika serikat. Menurut update terakhir sudah ditandatangani 215 anggota parlemen dari seluruh dunia.
Itu inisiatif yang diluncurkan oleh DPR RI dan anggota parlemen dari berbagai belahan dunia mengutuk keras dan menolak rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina baru-baru ini. Aneksasi formal tersebut merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan tatanan berbasis aturan global. “Kami menegaskan kembali solidaritas dan komitmen kami kepada rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan terciptanya Palestina yang merdeka,” ujar Fadli Zon.
Politisi Gerindra ini menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tetap teguh dalam komitmen untuk melindungi solusi dua negara serta pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional dan regional.
Fadli Zon prihatin bahwa ancaman aneksasi ini terjadi pada saat dunia sedang berjuang melawan pandemi covid 19. Ia menyatakan, Indonesia mendukung upaya diplomasi internasional dan regional yang bertujuan mencapai perdamaian komprehensif, adil dan abadi di timur tengah berdasarkan resolusi PBB yang relevan dan parameter lain yang disepakati secara internasional.
“Kita berharap bahwa pemerintah dalam hal ini menggunakan segala upaya dalam diplomasi, termasuk menggandeng negara-negara lain, karena komunitas regional yang saya kira juga di mana Indonesia menjadi leadernya baik di Asean atau di beberapa organisasi lain. Saya kira kita bisa mengambil inisiatif-inisiatif terobosan,” ujarnya.




